PENGERTIAN

Menurut pendapat yang Masyhur Zakat disyareatkan pada bulan Syawwal tahun ke -2 dari Hijriyah[1], Menurut bahasa mempunyai arti berkembang, bertambahnya barokah, dan pembersih. Sedangkan menurut Istilah adalah nama sebuah harta tertentu yang dikeluarkan untuk mensucikan harta atau jiwa, dengan pratek-pratek tertentu dan diberikan terhadap golongan yang tertentu pula[2] ( delapan golongan ).

HUKUM ZAKAT

Kewajiban Zakat tertuang jelas dalam;

1. Al-Qur’an yakni:

(#qßJŠÏ%r&ur no4qn=¢Á9$# (#qè?#uäur no4qx.¨“9$# (#qãèx.ö‘$#ur yìtB tûüÏèÏ.º§9$# ÇÍÌÈ

Artinya : “Dan dirikanlah Sholat, tunaikanlah Zakat, dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku( Q.S Al-Baqoroh 43 )

 

õ‹è{ ô`ÏB öNÏlÎ;ºuqøBr& Zps%y‰|¹ öNèdãÎdgsÜè? NÍkŽÏj.t“è?ur $pkÍ5 Èe@|¹ur öNÎgø‹n=tæ ( ¨bÎ) y7s?4qn=|¹ Ö`s3y™ öNçl°; 3 ª!$#ur ìì‹ÏJy™ íOŠÎ=tæ ÇÊÉÌÈ

Artinya : “Ambilah Zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka, sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka, dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui”. ( Q.S. At-taubah : 103)

!$tBur (#ÿrâÉDé& žwÎ) (#r߉ç6÷èu‹Ï9 ©!$# tûüÅÁÎ=øƒèC ã&s! tûïÏe$!$# uä!$xÿuZãm (#qßJ‹É)ãƒur no4qn=¢Á9$# (#qè?÷sãƒur no4qx.¨“9$# 4 y7Ï9ºsŒur ß`ƒÏŠ ÏpyJÍhŠs)ø9$# ÇÎÈ

Artinya : Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus. ( Q.S. Al-Bayyinah : 5 )

2. Sunnah Nabi yakni Hadits riwayat Bukhori Muslim

 

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم  بني الاسلام على خمس شهادة ان لااله الا الله وان محمدا عبده ورسوله  وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة وحج البيت وصوم رمضان ( متفق عليه )

Artinya : “Rosululloh Sholaallahu’laihi wa salam ( agama ) Islam didirikan atas lima hal, bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba Allah dan utusa-Nya, mendirikan Sholat, Menunaikan zakat, Haji ke baitullah dan puasa romadlon” ( Mutafaq alaih )

 

 3. Ijma’ ‘Ulama

Semua ‘Ulama sepakat bahwa zakat merupakan suatu kewajiban bagi setiap orang Islam bila sudah memenuhi syarat, sehingga bagi orang yang mengingkarinya di hukumi keluar dari Islam ( kafir ). Hal ini apabila yang diingkari berupa zakat-zakat yang sudah menjadi kesepakatan ‘Ulama, apabila yang diingkari berupa zakat-zakat yang masih diperselisihkan, seperti zakat rikaz, harta niaga, harta anak kecil dll[3], maka tidak dianggap keluar dari islam.

MACAM ZAKAT

Secara garis besar zakat dapat dikelompokan menjadi dua

  1. Zakat Badan (jiwa) yang biasa disebut dengan zakat fitrah
  2. Zakat mal

Harta – harta yang wajib di zakati adalimamacam yaitu:

  1. Binatang ternak ( onta, sapi, kerbau, dan dan kambing )
  2. Perhiasan (emas dan perak)
  3. Makanan pokok
  4. Buah-buahan (anggur dan korma)
  5. Harta Perdagangan (niaga)

I. Zakat Binatang ternak

Binatang ternak yang wajib dizakati hanya tertentu pada tiga macam yakni Unta, Sapi, dan kambing, untuk yang lainya seperti kuda ayam dll tidak terbebani hukum zakat, sesuai dengan sabda Nabi  Sholaallahu’laihi wa salam

إن النبي صلى الله عليه وسلم  قال فى الابل صدقتها وفى البقر صدقتها وفى الغنم صدقتها ( رواه أحمد والترمذى والبيهقى )

Artinya : “Nabi bersabda : didalam unta ada zakatnya, didalam sapi ada zakatnya, didalam kambing ada zakatnya” ( HR. Ahmad, Turmudzi, Baihaqi )

Syarat wajib Zakat Binatang Ternak

Unta, sapi, dan kambing wajib dikelurkan zakatnya apabila telah memenuhi enam syarat;

1. Islam

Artinya, pemilik binatang ternak tersebut harus bersetatus Islam. Maka apabila dia beragama kafir Asli (Orang non muslim yang belum pernah memeluk agama islam) maka tidak wajib mengeluarkan zakat. Sedangkan apabila pemiliknya bersetatus murtad ini ada tafshil (perincian) yakni tetap diambil zakat darinya baik ketika masih dalam kondisi murtad maupun kembali masuk islam apabila dia murtad setelah berkewajiban zakat, apabila kewajiban zakat setelah dia murtad, maka kewajiban zakatnya di tangguhkan, apabila ia kembali memeluk islam berarti wajib zakat, apabila tetap dalam kondisi murtad berarti tidak wajib zakat dan hartanya menjadi harta Fai’ (harta sitaan Negara)[4]

2. Merdeka (pemiliknya bukan hamba sahaya)

3. Hak milik sempurna

Yang dimaksud hak milik sempurna adalah memiliki suatu barang dan dikuasai penuh untuk ditasarufkannya. Mengecualikan kepemilikan seorang mukatab [5]

4. Telah mencapai satu Nishob

Yang dimaksud dengan nishob adalah batas minimal wajib mengeluarkan zakat

5. Telah genap satu tahun (haul)

Yang dimaksud haul adalah batas waktu wajib mengeluarkan zakat. Durasi/waktu satu tahun dihitung dengan menggunakan hitungan tahun Hijriyah bukan Masehi.

6. Digembalakan

Setiap binatang ternak yang secara Dzatiah wajib dizakati, disyaratkan harus digembalakan oleh pemilik atau wakilnya di tempat penggembalaan umum (mubah).

Nishob Zakat Binatang Ternak

a. Nishon Unta

Batas minimal wajib mengeluarkan zakat (Nishob)[6] untuk Unta adalahlima ekor, sehingga dapat difahami setiap kepemilikan unta yang jumlahnya kurang nominal diatas tidak wajib zakat. Sedangkan perincianya adalah sebagai berikut;

JUMLAH UNTA

YANG DIKELUARKAN

KET

05 sampai 09 01 kambing Bisa berupa Jadza’tu Dho’nin[7] atau Tsaniatu ma’zin[8]
10 sampai 14 02 kambing
15 sampai 19 03 kambing
20 sampai 24 04 kambing
25 sampai 35 01 Unta jenis Bintu Makhodh[9]  
36 sampai 45 01 Unta jenis bintu labun[10]  
46 sampai 60 01 Unta jenis Haqiqoh[11]  
61 sampai 75 01 Unta jenis Jadza’ah[12]  
76 sampai 90 02 Unta jenis bintu labun  
91 sampai 120 02 Unta jenis Haqiqoh  
121 sampai 129 03 Unta jenis bintu labun  

Setelah unta mencapai jumlah 130, maka yang wajib dikeluarkan adalah :

  • Setiap bilangan yang dapat di bagi 40, wajib dikeluarkan unta jenis bintu labun
  • Setiap bilangan yang dapat dibagi 50, maka yang dikeluarkan unta jenis Hiqqoh
  • Bilangan yang tidak habis ketika dibagi 40 dan 50, maka sisanya tidak wajib dizakati

Contoh 1

Zakat yang wajib dikeluarkan untuk unta sejumlah 130 adalah

130 : 40 = 2 (bintu labun), sisa 50

50 : 50 = 1 (Hiqoh)

Jadi, yang wajib dikeluarkan adalah : 2 unta jenis bintu labun dan 1 unta jenis Hiqqoh

Comto 2

Zakat yang wajib dikeluarkan untuk unta sejumlah 145 adalah

145 : 40 = 2 (Hiqqoh), sisa 45

45 : 40 = 1 (bintu labun), sisa 5

Jadi, yang wajib dikeluarkan adalah : 2 unta jenis Hiqqoh dan 1 unta jenis bintu labun, sedangkan sisa 5 tidak wajib dizakati.

b. Nishob sapi

Batas minimal wajib mengeluarkan zakat untuk jenis sapi adalah 30 ekor. Jadi, setiap kepemilikan sapi yang jumlahnya kurang dari nominal diatas tidak wajib dizakati, adapaun perincianya adalah sebagai berikut :

JUMLAH SAPI

YANG DIKELUARKAN

30 sampai 39 1 ekor sapi jenis Tabi’[13]
40 sampai 59 1 ekor sapi jenis Musinnah[14]
60 sampai 69 2 ekor sapi jenis Tabi’
70 sampai 70 1 ekor jenis tabi’ dan 1 ekor sapi jenis Musinnah
80 sampai 89 2 ekor sapi jenis Musinnah
90 sampai 99 3 ekor sapi jenis Tabi’
100 sampai 109 1 ekor jenis Musinnah dan 2 ekor sapi jenis tabi’
110 sampai 119 1 ekor jenis tabi’ dan 2 ekor sapi jenis Musinnah
120 sampai 129 4 ekor jenis tabi’ dan 3 ekor sapi jenis Musinnah

Pada prinsipnya ketika sapi sudah mencapai 40 ekor, maka berlaku rumus :

  • Setiap bilangan yang dapat di bagi 30, wajib dikeluarkan sapi jenis tabi’
  • Setiap bilangan dapat dibagi 40, wajib dikeluarkan sapi jenis musinnah
  • Bilangan tidak habis dibagi 30 dan 40, maka sisanya tidak wajib dizakati

Nishob Kambing

Batas minimal wajib mengeluarkan zakat untuk jenis kambing adalah 40 ekor. Jadi, setiap kepemilikan kambing yang jumlahnya kurang dari nominal diatas tidak wajib zakat. Sedangkan perincianya adalah sebagaimana berikut :

JUMLAH KAMBING

ZAKAT YANG DIKELUARKAN

40 sampai 120 1 ekor kambing jenis Jadza’atu Dho’nin atau tsaniatu ma’zin
121 sampai 200 2 ekor kambing jenis Jadza’atu Dho’nin atau tsaniatu ma’zin
201 sampai 339 3 ekor kambing jenis Jadza’atu Dho’nin atau tsaniatu ma’zin
400 sampai 449 4 ekor kambing jenis Jadza’atu Dho’nin atau tsaniatu ma’zin
Dan seterusnya (setiap kelipatan 100 wajib wajib mengeluarkan zakat 1 ekor kambing)

II. ZAKAT EMAS DAN PERAK

Emas atau Perak adalah benda-benda berharga yang secara Dzatiah wajib dizakati, baik sudah terbentuk maupun masih terurai, baik berupa emas murni maupun campuran, (selama kadar kemurnianya telah mencapai satu nishob)

Syarat wajib Zakat Emas dan Perak

Emas dan Perak wajib dikeluarkan zakatnya apabila telah memenuhilimasyarat;

1. Islam

2. Merdeka

3. Milik sempurna

4. Mencapai satu nishob

5. Telah genap satu tahun (haul)

a. Nishob emas

Batas minimal wajib mengeluarkan zakat untuk emas adalah 20 mitsqol. Maka, setiap emas yang kadar beratnya kurang dari 20 mitsqol tidak terkena beban zakat. Karena ukuran berat emas yang berlaku pada saat ini tidak menggunakan mitsqol, melainkan gram, maka 20 mitsqol harus di-gramkan caranya adalah;

1 mitsqol        = 3,879 gram[15]

3,879 X 20     = 77,58 gram

Jadi, 20 mitsqol dengan asumsi gram adalah 77,58 gram, artinya setiap emas yang kadar beratnya telah mencapai 77,58 gram harus dikeluarkan zakatnya sebesar 1/40 atau 2,5 % yaitu :

77,58 : 40 (X2,5%) = 1,9395 gram. (1,94 gram)

Contoh :

Diakhir tahun, emas yang dimiliki Muzaki seberat 135 gram. Zakat yang harus dikeluarkan adalah ;

135 : 40 (X2,5%) = 3, 375 gram

Catatan :

Nishob emas diatas (77,58 gram) untuk setiap emas dengan kadar 24 karat atau murni (100%). Sedangkan cara mencari kadar nishob emas yang tidak murni, berlaku rumus ; Nishob emas murni (77,58) dibagi kadar emas yang tidak murni, kemudian hasilnya dikalikan dengan kadar emas murni

Contoh :

Untuk mencari emas dengan kadar kemurnian 90 % adalah :

77,58 : 90 X 100 = 86,2 gram

Jadi, nishob emas dengan kadar kemurnian 90 % adalah : 86,2 gram

Sedangakan zakat yang harus dikelurkan adalah : 86,2 : 40 ( X 2,5 %) = 2, 155 gram

b. Nishob perak

Batas minimal wajib mengeluarkan zakat untuk perak adalah 200 dirham. Maka dapat difahami, setiap perak dengan kadar kurang dari 20 dirham tidak terkena beban zakat. 200 dirham apabila dijadikan gram adalah;

10 dirham          = 7 mitsqol[16]

1 mitsqol           = 3,879 gram, berarti

10 dirham          = ( 3,879 X 20 ) 27, 153 gram

200 dirham      = (27, 153 X 20 ) 543,6 gram

Jadi 200 dirham dengan asumsi (hitungan) gram adalah 543,6 gram, artinya setiap perak yang kadar beratnya telah mencapai 543,6 gram harus dikeluarkan zakatnya sebesar 1/40 atau 2,5 % yaitu;

543,6 : 40 ( X 2,5 % ) = 13,5765 gram. ( 13,6 gram )

Contoh :

Diakhir tahun, perak yang dimiliki Muzakki seberat 975,5 gram. Zakat yang harus dikeluarkan adalah ;

975,5 : 40 ( X 2,5 % ) = 24,3875 gram ( 24,4 gram )

III. Zakat Tanaman (biji-bijian dan buah-buahan)

a. Zakat Tanaman  

Tidak semua tanaman yang tumbuh dimuka bumi ini wajib dizakati. Hanya tanama-tanaman yang dikosumsi sebagai makanan pokok ketika dalam kondisi normal saja yang wajib dizakati. Kewajiban ini didasarkan pada sebuah kenyataan bahwa makanan pokok kebutuhan premer yang kehadiranya dubutuhkan oleh siapapun tak terkecuali orang-orang yang dalam kondisi susah. Karena itu sangat wajar apabila syara’ kemudian mewajibkan zakat agar orang-orang yang dalam kondisi susahpun tetap terpenuhi kebutuhan primernya[17]. Dalam Al-Qur’an Alloh berfirman

$yg•ƒr’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä (#qà)ÏÿRr& `ÏB ÏM»t6ÍhŠsÛ $tB óOçFö;|¡Ÿ2 !$£JÏBur $oYô_t÷zr& Nä3s9 z`ÏiB ÇÚö‘F{$# ( Ÿ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu”. ( QS. Al-Baqoroh 267 )

Sedangkan makanan yang tidak berfungsi sebagai makanan pokok, melainkan sebagai makanan pelengkap, lauk pauk, pengobatan seperti apel, delima, semangka, sayur-sayuran, bumbu dapur, biji hitam, minyak zaitun, madu tawon[18], maka tidak wajib dizakati

Syarat wajib Zakat Tanaman

  1. 1.      Pemiliknya Islam
  2. 2.      Pemiliknya Merdeka
  3. 3.      Milik sempurna
  4. 4.      Ditanam oleh Manusia

Maksudnya adalah tanaman-tanaman yang bisa hidup dengan ditanam oleh seseorang, bukan tnaman liar, meskipun terkadang tumbuh dengan sendirinya, semisal sisa-sisa padi yang berjatuhan ketika dipanen dan tumbuh subur, atau karena terbawa oleh banjir.

  1. 5.      Berupa makanan pokok dan tahan lama

Yang dimaksud makanan pokok adalah makanan yang dapat memperkuat tubuh ketika dikosumsi karena memiliki kandungan gizi yang cukup untuk tubuh, sedangkan yang dimaksud dengan tahan lama adalah tidak mudah rusak atau busuk ketika disimpan sebagai bahan persediaan[19].

  1. 6.      Mencapai satu Nishob

Batas minimal wajib mengeluarkan zakat tanaman adalah 5 wasaq. Sehingga setiap tanaman (biji-bijian) yang jumlah takaranya kurang darilimawasaq tidak wajib zakat. Sedangkan kadar yang harus dikeluarkan adalah :

  • Apabila menggunakan biaya pengairan, seperti diesel, buruh kuli untuk mengangkut air, dll, maka kadar zakat yang harus dikeluarkan adalah 1/20 (seperduapuluh) atau 5 %.
  • Apabila tanpa biaya pengairan, kadar yang harus dikeluarkan sebesar 1/10 (sepersepuluh) atau 10%.

Masalahnya adalah wasaq adalah merupakan alat penakar (takeran : jawa ) yang biasa digunakan pada zaman Rosulullah Sholaallahu’laihi wa salam, yang keberadaanya pada saat ini sangat sulit ditemukan atau bahkan sudah punah sama sekali. Menyadari akan hal tersebut, ulama mempunyai inisiatif untuk melakukan pendekatan dengan metode konversi (perubahan) dari takeran menjadi gram atau kilo gram.

Berikut ini jadwal nishob zakat tanaman menurut Syekh Ma’shum Kwaron Jombang setelah mengalami perubahan dalam kilogram.

Daftar kadar nishob Zakat Tanaman

NO

TANAMAN

NISHOB

%

ZAKAT

KET

1

Gabah 1323.132 kg 10 % 1/10 = 132,3132 kg Tanpa biaya pengairan
1323.132 kg 5 % 1/20 = 66,1566 kg Dengan biaya pengairan

2

Padi Gagang 1631, 516 kg 10 % 1/10 = 163,1516 kg Tanpa biaya pengairan
1631, 516 kg 5 % 1/20 = 81,5758 kg Dengan biaya pengairan

3

Beras 815,758 kg 10 % 1/10 = 81,5758 kg Tanpa biaya pengairan
815,758 kg 5 % 1/20 = 40,7879 kg Dengan biaya pengairan

4

Gandum 558,654 kg 10 % 1/10 = 55,8654 kg Tanpa biaya pengairan
558,654 kg 5 % 1/20 = 27,9327 kg Dengan biaya pengairan

5

Kacang Tunggak 756,697 kg 10 % 1/10 = 75,6697 kg Tanpa biaya pengairan
756,697 kg 5 % 1/20 = 37,8349 kg Dengan biaya pengairan

6

Kacang Hijau 780,036 kg 10 % 1/10 = 78,0036 kg Tanpa biaya pengairan
780,036 kg 5 % 1/20 = 39,0018 kg Dengan biaya pengairan

7

Jagung Kuning 720 kg 10 % 1/10 = 72 kg Tanpa biaya pengairan
720 kg 5 % 1/20 = 36 kg Dengan biaya pengairan

8

Jagung Putih 714 kg 10 % 1/10 = 71,4 kg Tanpa biaya pengairan
714 kg 5 % 1/20 = 35,7 kg Dengan biaya pengairan

b. Zakat Buah-buahan

Buah-buahan yang wajib dizakati hanya tertentu pada dua hal, yakni Anggur dan kurma kring, karena kenyatanya hanya keduanyalah yang memenuhi criteria sebagai makanan yang dapat dikosumsi sebagai makanan pokok. Dengan kata lain, memiliki kesamaan fungsi dengan biji-bijian. Disamping itu jga berdasarkan hadits

وقد امر صلى الله عليه وسلم  أن يخرص العنب كما يخرص النخل وتؤخذ زكاته زبيبا كما تؤخذ زكاة النخل تمرا (رواه الترمذي)

Artinya : “Rosulullah Sholaallahu’laihi wa salam memerintahkan agar dilaksanakan penafsiran anggur sebagaiman kurma, dan diambil zaktnya berupa anggur kering seperti halnya kurma, diambil zakatnya berupa kurma kering” ( HR. Tirmidzi ).

Syarat wajib zakat Buah-buahan

Kurma dan Aggur wajib dizakati apabila memenuhi

  1. Pemeliknya beragama Islam
  2. Pemiliknya Merdeka
  3. Milik sempurna
  4. Mencapai satu Nishob

Catatan :

  • Dalam zakat Tanmaman dan buah-buahan tidak disyaratkan harus genap satu tahun. Biji-bijian dianggap sudah ada beban zakat ketika sudah mengeras dan harus dikeluarkan ketika sudah dipanen dan biji sudah dibersihkan, sedangkan buah-buahan dianggap sudah ada beban zakat ketika sudah ranum (buduw sholah), serta sudah dikeringkan.
  • Untuk ukuran nishob dan kadar yang harus dikeluarkan dalam zakat buah-buahan sama persis dengan zakat tanaman (biji-bijian)
  • Hasil panen yang belum mencapai satu nishob harus digabung dengan hasil panen berikutnya yang masih dalam lingkup satu tahun. Dua panenan terhitung satu tahun apabila jarak antara penenan pertama dan kedua tidak lebih dari 12 bulan. Apabila hasil penggabungan tersebut mencapai satu nishob, maka wajib dikeluarkan zakatnya, meskipun hasil panenan pertama telah habis terjual atau di kosumsi.
  • Biaya pengeringan kurma atau anggur, membersihkan jerami dan kulit biji-bijian, atau biaya yang lain menjadi tanggungan pemilik. Tidak diperkenankan mengambil dari harta zakawi.

IV. Zakat perdagangan (Niaga)

Tijaroh, atau yang biasa dikenal dengan istilah dagang adalah mengelola suatu harta yang dihasilkan dari suatu pertukana dengan tujuan mendapatkan laba dan disertai adanya niatan untuk berdagang. Dari ketentuan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa, harta benda apapun akan menjadi harta niaga apabila memenuhi dua hal;

  1. adanya pertukaran
  2. ada niatan untuk berdagang

harta yang dikelola tanpa ada pertukaran namun tidak ada niatan berdagang maka tidak wajib zakat

Syarat wajib Zakat Perdagangan

Harta niaga wajib dizakati apabila telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut;

  1. dimiliki melalui proses akad yang didalamnya mengandung ‘Iwadl (pertukaran), seperti jual beli, sewa menyewa, dll. Apabila kepemilikanya tidak melalui pross tersebut, melainkan karena warisan, wasiat, dll maka tidak wajib dizakat.
  2. 2.      adanya niatan berdagang ketika bertransaksi

harta benda yang diperoleh melalui proses pertukaran, memiliki dua kemungkinan, pertama; karena akan dikelola agar memperoleh lab (tijaroh), kedua; karena alas an yang lain, semisal karena sebagai pemenuhan kebutuhan pribadi, disedekahkan dll.

Karena ada dua kemungkinan inilah, setiap harta yang diperoleh melalui proses tersebut tidak bias langsung divonis sebagai harta niaga. Oleh karenanya, niat amat menentukan dalam hal ini.

  1. tidak ada niatan Qinyah (niat untuk disimpan sebagai pemenuhan kebutuhan pribadi)
  2. 4.      Sudah genap satu tahun ( haul )

Apabila modal berdagang berasal dari emas atau Perak yang telah mencapai satu nishob, atau kurang dari satu nishob namun ada yang lainya sebagai penyempurna satu nishob, haul terhitung mulai memiliki emas atau perak. Sedangkan apabila modal awal berasal ard (harta selain emas dan perak), maka haul terhitung mulai berdagang.

  1. 5.      Harta Niaga tidak diwujudkan emas atau perak

Artimya, ditengah tahun harta niaga tidak diwujudkan menjadi Naqd yang dipakai sebagai pengkurs harta niaga tersebut, sedangkan jumlah kurang dari satu nishob. Misalnya modal awal berupa emas, maka tidak diwujudkan menjadi emas kembali. Jika demikian keadaanya, maka haul harta niaga akan terputus, dan akan berbentuk haul baru ketika emas atau perak tersebut ditasarufkan kembali dengan niat berdagang.

  1. 6.      Mencapai satu mencapai satu nishob

Nishob harta niaga sama persis dengan nishob emas dan perak, sebab alat pengkurs harta niaga menggunakan salah satu dari keduanya, baik yang bermodalkan awal emas, perak, maupun ard. Penentuan mencapai satu nishob atau tidak, dihitung dihitung diakhir tahun, bukan diawal, tengah maupun keseluruhan tahun.

V. ZAKAT FITRAH

Zakat fitrah disyareatkan pada bulan Sya’ban tahun ke-2 Hijriyah. Kehadiranya merupakn nilai tambah (hushushiyah) bagi umat Muhammad Sholaallahu’laihi wa salam. Menurut imam waki’ zakat fitrah mempunyai kesamaan fingsi dengan sujud sahwi, yakni sama-sama sebagai penyempurna ibadah. Sujud sahwi sebagai pengganti kekurangan yang terjadi dalam sholat, sedangkan zakat fotrah sebagai penyempurna kekkurangan yang terjadi dalam berpuasa. Zakata fitrah hukumnya wajib bagi setiap muslim, sebagaimana dalam sebuah hadits[20].

فرض رسول الله صلى الله عليه وسلم  زكاة الفطر من رمضان على الناس صاعا من تمر او صاعا من شعير على كل حر او عبد ذكر او أنثى من المسلمين (رواه شيخان )

Artinya : “Rosululloh mewajibkan zakat fitrah bulan romadlon berupa satu sho’ kurma kering, atau satu sho’ sya’ir, kepada orang merdeka, hamba sahaya, lelaki, perempuan, atas yang bersetatus muslim” (HR. Bukhori Muslim)

Syarat wajib zakat fitrah

1. Silam

Artinya : bagi seseorang yang non muslim (kafir asal), tidak wajib mengeluarkan zakat fitrah yang diperuntukan bagi orang-orang yang wajib ia nafkahi yang berstatus muslim. Untuk orang murtad ketentuanya sebagaimana dalam bab zakat yang lain.

2. Merdeka

3. Menemukan bagian akhir bulan romadlon dan bagian awal bulan syawwal

Dari ketentuan ini dapat disimpulkan bahwa;

  • setiap anak yang terlahir setelah terbenamnya matahari malam ‘idhul fitri atau orang-orang yang meninggal sebelum terbenamnya matahari, tidak wajib dikelurkan zakat fitrahnya
  • Setiap anak yang terlahir sebelum terbenamnya matahari, wajib wajib dikelurkan zakat fitrahnya

4. Mempunyai kelebihan harta

Yakni memiliki kelebihan biaya hidup baik untuk dirinya maupun untuk orang-orang yang wajib dinafkahinya pada siang dan malam hari idhul fitri. Apabila tidak demikian, maka tidak wajib mengeluarkan zakat fitrah, meskipun sebenarnya masih memiliki makanan-makanan yang dipersiapkan untuk berhari raya, semisal ikan, makanan ringan (jajan) dll[21].

Kadar Zakat Fitrah

Setiap muslim yang telah memenuhi syarat, diharuskan berzakat fitrah untuk dirinya, juga untuk orang-orang yang wajib dinafkahinya yang berstatus muslim. Sedangkan kadar zakat yang harus dikelurkan untuk masing-masing adalah sebanyak satu sho’ makanan pokok daerah tersebut. Satu sho’ menurut pendapat yang shohih dari madzhab syafi’I adalah ditentukan dengan takaran (kail) Takaran yang memuat satu sho’ menurut kitab Fathul Maqodir [22] adalah kubus yangn tiap sisinya 14,65 cm. sedangkan apabila dikonversi (dirubah) menjadi kilogram menjadi ;

Gandum            : 1,862,18 kg

Beras putih       : 2,719,19 kg

Catatan :

  • Jenis makanan pokok yang dikelurkan sebagai zakat fitrah adalah jenis makanan pokok orang yang mengeluarkanya bila atas nama dirinya. Apabila atas nama orag lain, semisal istrinya, maka harus berupa jenis makanan pokok orang-orang yang ia zakatkan dan dibagikan kepada para mustahiq daerah tersebut[23]
  • Apabila seseorang hanya mampu berzakat fitrah kurang dari satu sho’, ia tetap mengeluarkan sekadar yang ia mampu
  • Untuk daerah yang tidak memiliki makanan pokok, atau memilikinya namun tidak mencukupi sebagai zakat fitrah, semisal makanan pokok daging, minyak samin, dll maka yang harus dikelurkan adalah jenis makanan pokok daerah terdekat[24].
  • Orang-orang yang tidak wajib dinafkahi, semisal anak yang sudah dewasa, tidak boleh dizakati atas nama mereka kecuali mendapatkan izin.

VI. Metode pembagian zakat

Zakat mal wajib segera dibagikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya apabila mungkin untuk menunaikanya. Hal-hal yang menyebabkan seseorang masuk kategori “mungkin Menunaikanya” adalah ;

1. Hadirnya harta zakawi

Yakni hadirnya harta zakawi di daerah dimana harta tersebut wajib dibagikan disana

2. Mampu menarik piutang

Apabila harta zakawi berupa piutang, maka harus mampu untuk menariknya, seperti piutang tersebut sudah jatuh tempo, penghutang mampu untuk membayarnya,

3. hadirnya penerima zakat seperti imam, ‘amil atau mustahiqnya sendiri

4. Telah menyelesaikan urusan pribadi yang dianggap penting, baik berupa urusan duniawi seperti makan, mandi atau urusan ukhrowi sperti sholat

5. Harta zakawi sudah siap utnuk dibagikan

Yakni telah dibersihkan semisal dari jerami, kulit, atau telah dikeringkan, sebagaimana dalam pembahasan zakat biji-bijian dan buah-buahan

Apabila seseorang telah memenuhilimahal diatas, namun harta zakawi tidak segera dibagikan alias tunda, maka hukumnya berdosa dan wajib mengganti kadar zakat tersebut apabila rusak, kecuali dalam rangka untuk menanti kerabat, tetangga, atau orang-orang yang klebih membutuhkan. Apabila dalam kondisi demikian, maka hukumnya penundaan tersebut tidak berdosa, namun tetap wajib mengganti apabila harta zakawi tersebut rusak karena afat samawi, seperti karena penyakit,hamadll.

Adaempat kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seorang imam ketika membagikan harta zakawi, baik berupa zakat mal maupun zakat fitrah, yaitu ;

  1. Pemerataan kepada delapan golongan
  2. membagi sama rata antar golongan
  3. pemerataan zakat zakat kepada setiap indifidu dalam satu golongan
  4. membagi sama rata setiap indifidu

sedangkan apabila yang membagikan orang yang berzakat itu sendiri, maka yang harus ia laksanakan sama persis dengan diatas, hanya poin ketiga dan keempat saja yang berbeda. Bagi dia, pemerataan zakat bagi setiap indifidu dalam satu golongan dan membagi sama rata untuk setiap indifidu bukanlah kewajiban, kecuali apabila mustahiq dalam tiap golongan terbatas dan harta zakawi mencukupi. Meskipun tidak wajib, ia harus menyerahkan minimal kepada tiga orang mustahiq dalam tiap-tiap golongan, kecuali amil

Syarat-syarat Pembagian Zakat

Dalam pembagian zakat, ada dua syarat yang harus dipenuhi agar zakat tersebut dikatakan sah menurut agama, dua syarat tersebut adalah

1. Niat

Karena zakat termasuk ibadah maka ke absahanya membutuhkan niat. Sebagaimana dalam ibadah-ibadah yang lain, niat berzakat tidak harus dilafalkan denganlisan, yang pokok adalah adanya niat didalam hati untuk membayar zakat dengan bahasa-bahasa yang jelas, seperti ini zakat kambingku, ini zakat tanamanku dll.

Niat tidak harus diwujudkan ketika membagi harta zakat, namun cukup ketika memisah kadar zakat dari harta miliknya atau setelahnya, ataupun ketika menyerahkanya kepada wakil atau setelahnya.

2. Diberikan kepada yang berhaq (mustahiq)

Alloh befirman dalam Al-Qur’an

* $yJ¯RÎ) àM»s%y‰¢Á9$# Ïä!#ts)àÿù=Ï9 ÈûüÅ3»|¡yJø9$#ur tû,Î#ÏJ»yèø9$#ur $pköŽn=tæ Ïpxÿ©9xsßJø9$#ur öNåkæ5qè=è% †Îûur É>$s%Ìh9$# tûüÏB̍»tóø9$#ur †Îûur È@‹Î6y™ «!$# Èûøó$#ur È@‹Î6¡¡9$# ( ZpŸÒƒÌsù šÆÏiB «!$# 3 ª!$#ur íOŠÎ=tæ ÒO‹Å6ym ÇÏÉÈ

Artinya : “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS. At-Taubah : 60)

Ayat diatas secara tegas menjelaskan delapan golongan yang berhak menerima zakat, baik zakat maupun zakat fitrah.

Delapan golongan tersebut adalah sebagaimana berikut;

1. Faqir

Orang yang masuk kategori faqir adalah

  • seseorang yang tidak memiliki harta atau pekerjaan sama sekali ]
  • seseorang yang hanya memiliki harta dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nya seumur hidup ketika harta tersebut dikal

contoh :

disaat pembagian zakat, ahmad berusia 42 tahun dan memiliki harta senilai 50.000.000; harta tersebut tidak dikembangkan sam sekali, hanya dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari. Sedangkan biaya hidupnya per-hari sebesar 20.000; maka:

50.000.000:20 (tahun sisa umurnya)  = 2. 500.000,-

2.500.000 : 354[25]                             = 7.060,-

Jadi, hata ahmad sebesar 50.000.000 apabila dibagi per-hari untuk 20 tahun kedepan tidak mencukupi kebutuhanya, sebab biaya hidupnya per-hari 20.000, padahal setiap harinya ia hanya mampu mengeluarkan 7.060. sehingga ahmad masuk kategori fakir dan berhak mendapatkan zakat.

Namun apabila harta tersebut dikembangkan, maka penghitunganya adalah perhari, bukan seumur hidup

Seseorang yang hanya memilikipekerja’an, namun tidak mencukupi kebutuhanya, semisal ia membutuhkan biaya hidup per-hari sebesar 50.000, sedangkan penghasilanya Cuma 15.000 perhari

Seseorang yang memiliki harta plus penghasilan, namun keduanya tidak mencukupi kebutuhanya.

Catatan

Kepemilikan berupa tempat tinggal, pakaian, piutang yang belum jatuh tempo, atau harta benda yang tersimpan diluar kota yang berjarak dua marhalah atau lebih (80,640 KM), tidak mempengaruhi statusnya sebagai faqir. Termasuk kategori fakir adalah orang-orang yang sedang mendalami ilmu agama, sehingga tidak sempat untuk bekerja. Sedangkan orang-orang yang telah tercukupi kebutuhanya oleh orang tua, anak, atau suami tidak termasuk fakir.

2. Miskin

Yang dimaksud dengan miskin adalah orang-orang yang memiliki harta atau pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan orang yang menjadi tanggung jawabnya namun tidak mencukupi. Atau dengan katya lain orang-orang yang pemasukanya tidak sebanding dengan pengeluaranya. Seperti biaya hidup yang harus ia penuhi sebesar 50.000 par-hari, namun ia hanya mampu menghasilikan 30.000 per-hari. Perbedaan faqir dan miskin adalah terletak pada pemasukan yang dihasilkan. Apabila pemasukan tidak mencapai angka separo dari pengeluaran, maka ia kategori orang faqir, sedangkan apabila mencapai separo atau bahkan lebih, maka ia terkategori miskin.

3. Amil

Adalah orang-orang yang mendapatkan mandate dari imam (Presiden) atau wakilnya untuk mengurus urusan zakat. Yang masuk kategori amil adalah : Penarik, Pencatat, dan pembagi zakat. Ia berhak mendapatkan bagian zakat sebesar upah standart, meskipun ia termasuk orang kaya, dengan syarat ia tidak mendapat upah dari Negara. Seorang amil harus memenuhi beberapa syarat sebagai berikut; Islam, Mengusai konsep-konsep zakat, merdeka dan dapat dipercaya.

4. Mua’alaf

Yang masuk kategori mualaf ada empat yaitu :

  1. Orang yang baru memeluk agama Islam namun imanya (niatnya) masih lemah.
  2. Orang yang baru memeluk agma Islam, juga memiliki niat yang kuat, namun ia termasuk orang-orang yang mempunyai pengaruh, sehingga ada harapan masyarakat di bawahnya akan memeluk islam dengan memberi zakat kepadanya.
  3. Orang yang baru memeluk islam dan keberadaanya dapat meredam tindakan anarkis orang-orang kafir disekililingnya.
  4. Orang yang baru memluk islam dan keberadaanya dapat meredam tindakan anarkis orang-orang yang enggan membayar zakat.

5. Budak

Yakni hmaba sahaya mukatab yang tidak cukup dana untuk membayar cicilan kepada tuanya, meskipun ia berstatus kafir, bani hasyim, ataupun bani mutholib. Harta zakat ini dipergunakan untuk melunasi cicilannya sehingga ia bias merdeka.

6. Gharim (orang-orang yang berhutang)

Macam ghorim ada tiga;

  1. Orang yang berhutang untuk mendamaikan dua kubu yang bertikai semisal karena kasus pembunuhan yang tidak diketahui siapa Pembunuhnya.
  2. Orang yang berhutang untuk memnuhi kebutuhan diri dan keluarganya yang bersifat tidak bertentangan dengan syara’
  3. Orang yang berhutang karena menanggung jutang orang lain

Ghorim kategoiri ini terbagi menjadi empat

  • orang yang menanggung dan yang ditanggung sama-sama miskin, yang berhak menerima zakat adalah orang yang menanggung hutang.
  • Orang yang menanggung dan yang ditanggung sam-sama kaya, keduanya tidak ada yang berhak menerima zakat
  • Orang menanggung miskin sedangkan yang ditanggung kaya, yang berhak menerima zakat sebagai pelunas hutang adalah orang yang menanggung, dengan catatan ketika menanggung hutang tersebut mendapat izin dari pihak yang ditanggung.
  • Orang yang di tanggung miskin, sedangkan yang menenggung kaya, maka yang berhak menerima zakat adalah orang yang di tanggung

Meskipun Ghorim kaya, ia berhak mendapatkan zakat, selama hutang tersebut terbayar. Apabila sudah membayarnya, atau ia menyerahkan harta pribadinya dengan tujuan diatas, maka ia tidak berhak menerima zakat.

7. Orang yang berjuang di jalan Alloh

Yakni para pejuang islam yang tidak masuk dalam daftar prajurit resmi Negara. Apabila terdaftar resmi, maka tidak berhak mendapatkan zakat, melainkan berupa gaji dari Negara yang diambilkan dari harta fai’. Meskipun kaya, para pejuang kategoi pertama berhak mendapatkan zakat, berupa nafkah dan pakaian untuk dirinya dan keluarga yang ditinggalkanya mulai berangkat sampai kembali, juga biaya perlengkapan berperang, seperti senjata, kendaraan dll.

8. Musafir

Musafir yang berhak menerima zakat adlaah orang-orang yang dalam bepergian dan singgah di daerah pembagian zakat atau yang mulai perjalananya dari daerah tersebut.

Syarat musafir berhak menerima zakat adalah ;

  1. Membutuhkan biaya untuk melaksanakan atau meneruskan perjalanan ( Kehabisan bekal )
  2. Perjalanan yang dilakukan bukan perjalanan maksiat

Orang-orang yang tidak boleh menerima zakat

Adalimaorang yang tidak boleh menerima zakat, mereka adalah ;

  1. Orang kaya
  2. Hamba Sahaya
  3. Bani hasyim
  4. Bani Mutholib
  5. Orang kafir

* Untuk disampaikan pada pratek ‘Ubudiyah kelas III & IV Ula Madin Miftahul Huda

® Khodim Pon. Pes Mamba’ul Huda Krasak

[1] Muhammad Nawawi Ibnu Umar Al – Jawi, Nihayatuz Zain Hal : 167

[2] Sulaiman Al-Bujaramy, Hasyiah Bujarami ‘Ala-Alkhotib Jilid II Hal. 275

[3] Muhammad Nawawi Ibnu Umar Al – Jawi, Nihayatuz Zain Hal : 167

[4] Muhammad Syatho Ad-Dimyathi Al-Mishry, Inganatut tholibin Juz II Hal : 149

[5] budak yang mendapat jaminan merdeka dengan syarat membayar sejumlah uang tertentu kepada tuanya

[6] Purna Aliyah 1997 Madrasah Hidayatul Mubatadi-en Pon. Pes Lirboyo, Mengenal istilah dan rumus fuqoha’ Hal : 50

[7] Domba berumur genap satu tahun dan memasuki tahun yang kedua

[8] Kambing berumur 2 tahun dan memasuki tahun yang ketiga

[9] Unta berumur satu tahun dan memasuki tahun yang ke dua

[10] Unta genap umur dua tahun dan memasuki tahun yang ke tiga

[11] Unta genap umur tiga tahun dan memasuki tahun yang ke empat

[12] Unta genap umur empat tahun dan memasuki tahun yang kelima

[13] Sapi jantan yang genap berumur 1 tahun dan memasuki tahun yang ke dua

[14] Sapi betina yang genap berumur 2 tahun dan memasuki tahun yang ke tiga

[15] Purna Aliyah 1997 Madrasah Hidayatul Mubatadi-en Pon. Pes Lirboyo, Mengenal istilah dan rumus fuqoha’ Hal : 92

[16] Mughni al-muhtaj maktabah Syamila 4/481

[17] Sulaiman Al-Bujaramy, Hasyiah Bujarami ‘Ala-Alkhotib Jilid II Hal. 280

[18] Muhammad Nawawi Ibn ‘Umar Al-jawi, Nihayatu Zain Hal. 170

[19] Ibrohim Al-Bajuri, Hasyiyah Al-Bajuri Juz I Hal : 265

[20] Sulaiman Al-Bujaramy, Hasyiah Bujarami ‘Ala-Alkhotib Jilid II Hal. 305

[21] Ibrohim Al-Bajuri, Hasyiyah Al-Bajuri Juz I Hal : 279

[22] Karangan syekh ma’shum kwaron jombang

[23] Ibrohim Al-Bajuri, Hasyiyah Al-Bajuri Juz I Hal : 280

[24] Muhammad Syatho Ad-Dimyathi Al-Mishry, Inganatut tholibin Juz II Hal : 174

[25] Jumlah satu tahun hijriyah