SHOLAT JANAZAH*

Oleh: Muh Asyrofi *

 

Dalam membicarakan topik tentang sholat Janazah tentunya tidak lepas dari hal-hal yang berhubungan dengan mayit seperti memandikan, mengkafani, menyolati dan mengubur mayat.  Hukumnya semuan itu fardhu kifayah, artinya ketika satu atau sebagian orang sudah melaksanakan hal-hal tersebut maka gugurlah kewajiban  orang yang lain.

Tulisan yang sangat singkat ini akan menerangkan hal-hal yang berhubungan  sholat janazah, apa sholat jenazah itu? apa saja yang harus dipenuhi dalam melaksanakan sholat janazah? dan  bagaimana cara melaksanakan sholat janazah?, semuanya itu akan dijelaskan nanti, sebelum lebih jauh membicarakan sholat janazah mari bersama-sama membaca surat Al-Fatihah di tujukan pada guru-guru kita, semoga dengan membaca surat Al-Fatihah apa yang akan kita pelajari menjadi ilmu yang bermanfaat, barokah, mendapat ridlo dari Allah subhanaallahuwata’ala, bisa membimbing kita dalam menjalankan syareat yang baik dengan benar yang akhirnya bisa menghantarkan kita menuju dan menjadi ahli surga-Nya amiiin yaa  Robbal alamiiin Al-Faaatihah …….

Salah satu kewajiban bagi seorang muslim adalah mensholati terhadap mayat muslim yakni bukan mayat kafir, murtad dan juga bukan mayat Syahid atau janin yang gugur (siqthu), adapun mayat kafir atau mayat orang murtad hukumnya haram secara mutlak mensholatinya[1] dan untuk mayat syahid atau mayat janin yang gugur (janin yang lahir sebelum sempurna umur 6 bulan) keduanya tidak wajib di sholati[2]

A. Pengertian

Sholat janazah ialah sholat yang tidak terdapat padanya ruku’ dan sujud[3], sholat janazah di syareatkan di madinah tepatnya pada tahun ke-1 hijriyah ketika rosulululloh baru datang di madinah beliau rosululloh sholaallahualaiwasalam mendengar khabar kematian Baro’ ibnu Ma’rur kemudian rosululloh beserta para sahabat pergi ke makam Baro’ ibnu Ma’rur dan mensholatinya di makam tersebut dan ini adalah sholat janazah yang pertama kali di lakukan rosululloh dalam islam[4]

B.     Syarat-syarat Sholat Janazah[5]

1. Syarat-syarat sholat janazah (perkara yang harus di penuhi ketika akan melaksanakan sholat janazah)  itu sama dengan syarat-syarat sholat yang lain seperti menutup auarat, suci (badan, tempat pakaian dan suci dari hadats kecil maupun hadats besar) dan menghadap kiblat akan tetapi masuknya waktu tidak disyaratkan dalam sholat janazah.

Begitu juga sama syaratnya dengan syarat  sholat yang lain jika di kerjakan dengan berjama’ah seperti Niat Qudwah (niat menjadi makmum), makmum tidak boleh mendahului imam dalam tempatnya dan tidak adanya penghalang diantara imam dan makmum

2. Sucinya Mayat

Syarat yang kedua ialah mayat yang akan di sholati itu harus disucikan terlebih dahulu baik memakai air ataupun debu (tayamum) disyaratkan suci pula sesuatu yang melekat pada mayat tersebut, maka tidak boleh mensholati mayat yang pada badan, kain kafan dan kaki kerandanya mayat terdapat najis.

3. Keberadaan mayat di depan orang yang mensholati

Syarat yang ke tiga ialah mayat berada didepan orang yang mensholati bila mayat tersebut hadir meskipun sudah dikuburkan, untuk mayat ghoib tidak disyaratkan keberadaan mayat harus ada di depan orang yang mensholati.

Disunahkan mensholati mayat di masjid dengan tiga baris atau lebih, untuk mayat laki-laki kepalanya diletakan pada sisi kiri imam (mujur ngidul) kemudian imam berada pada arah kepala mayat, untuk mayat perempuan kepalanya di letakan pada sisi kanan imam (mujur ngalor) kemudian imam berada pada arah pantat mayat begitu juga disunahkan seperti yang telah disebutkan bagi munfarid (sholat sendirian)[6].

C. RUKUN SHOLAT JANAZAH[7]

Rukun-rukun (suatu perkara yang harus dipenuhi ketika sedang melaksanakan Sholat Janazah) itu banyaknya ada 7 sebagaimana di terangkan dibawah ini

1. Niat

Niat dalam sholat Janazah itu sama dengan niat sholat yang lain seperti harus bersamaan dengan takbirotul ihrom, ta’yin (menjelaskan keberadaan sholat dengan tegas) dan niat fardlu, pendeknya niat dalam sholat janazah disyaratkan memenuhui 3 perkara yaitu :

a.       Al-Qosdu (menyengaja melakukan sholat) yang diucapkan dengan lafadz “Usholii”

b.      Ta’yin (menjelaskan keberadaan sholat dengan tegas) diucapkan dengan lafadz “Ala hadzal mayit”

c.       Niat Fardlu diucapkan dengan Lafadz “Fardlol Kifayati”

2. Berdiri bagi yang mampu

Syarat sholat janazah yang ke dua ialah berdiri bagi yang mampu oleh karena itu bila tidak mampu sholat dengan berdiri maka dengan duduk, dengan berbaring ke arah kanan kemudian ke arah kiri bila tidak mampu duduk, dengan tidur terlentang bila tidak mampu berbaring, dengan isyarah memakai kepala bila tidak bisa sholat sambil tidur terlentang bila tidak bisa juga maka dengan menjalankan rukun-rukun sholat janazah dalam hati begitulah seterusnya sama seperti pembahasan berdiri dalam sholat fardlu lima waktu.

3. Empat kali takbir

Rukun sholat janazah yang ke tiga ialah empat kali takbir beserta takbirotul ihrom berdasarkan hadits nabi yang di riwayatkan oleh bukhori dan muslim dari Ibnu Abas rodliallohu’anhu yang berbunyi :

أنه صلى الله عليه وسلم صلى على قبر بعدما دفن فكبر عليه اربعا

Artinya: “Bahwasanya rosulululloh sholaallahualaiwasalam malakukan sholat pada mayat yang telah dikuburkan dengan empat kali takbir”

4. Baca Fatihah

Rukun sholat janazah yang ke empat ialah membaca surat Al-Fatihah berdasarkan Hadits Nabi sholaallahualaiwasalam yang berbunyi :

لاصلاة لمن لم يقرأ بفاتحة الكتاب

Artinya: “tidaklah sah sholatnya orang yang tidak membaca fatihah”

Bila tidak bisa membaca Fatihah maka diganti dengan membaca surat dari Al-Qur’an bila tidak bisa diganti dengan membaca dzikir dan berdiri sekira lama surat Fatihah dibaca bila tidak bisa membaca dzikir.

5. Baca Sholawat

Rukun yang ke lima sholat janazah ialah membaca Sholawat kepada Nabi sholaallahualaiwasalam setelah takbir yang ke dua, maka belum mencukupi rukun sholat janazah jika membaca sholawat pada selain setelah takbir yang ke dua misalnya dibaca pada setelah takbir yang pertama atau yang ke empat dan seterusnya

Paling sedikit bacaan sholawat yang harus di baca adalah lafadz :

اللهم صل على سيدنا محمد

Lebih sempurnanya membaca sholawat yang biasa disebut dengan sholawat Ibrahim yaitu :

اللهم صل على سيدنا محمد  وعلى ال سيدنا محمد كما صليت على سيدنا إبراهيم وعلى ال سيدنا إبراهيم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد كما وباركت على سيدنا إبراهيم وعلى ال سيدنا إبراهيم فى العالمين إنك حميد مجيد[8]

6. Mendo’akan Mayat

Rukun sholat janazah yang ke enam ialah mendo’akan mayat setelah takbir yang ke tiga maka tidak boleh mendoakan mayat pada selain setelah takbir yang ketiga, berdasarkan hadits Nabi sholaallahualaiwasalam

اذا صليتم على الميت فاخلصوا له الدعاء

Artinya: “Jika kamu sekalian mensholati mayat maka ikhlaskanlah do’a padanya”

Mendo’akan mayat adalah pokok dari tujuan (Maqshudhul A’dhom) mensholati mayat sebagaimana pengertian sholat dalam bahasa yang mempunyai arti do’a, dan diwajibkan dalam rukun yang ke enam ini mendoakan mayat dengan do’a yang berhubungan akhirat (ukhrowi) seperti اللهم اغفر له, اللهم ارحمه dan lain-lain, oleh karena itu belum mencukupi rukun sholat janazah bila mendo’akan mayat dengan do’a yang berhubungan dengan dunia (dunyawi) kecuali do’a tersebut di ta’wil (dijelaskan) dengan do’a yang berhubungan akhirat seperti :

اللهم إقض دينه “YA Alloh bayarilah hutangnya” .

7. Salam

Rukun yang ke tuju sholat janazah ialah salam setelah takbir yang ke empat, cara melakukan salam dalam sholat janazah itu sama dengan cara salam dalam sholat-sholat yang lain seperti menoleh ke kanan pada salam yang pertama dan menoleh ke kiri pada salam ke dua.

Paling sedikitnya lafadz salam ialah : السلام عليكم dan yang lebih sempurnanya ialah السلام عليكم ورحمة الله adapaun menambah lafadz وبركاته hukumnya sunah menurut Imam Ibnu Hajar[9]

D. TATA CARA SHOLAT JANAZAH[10]

1. Niat dalam hati namun bila di ucapkan hukumnya sunah

  1. Niat mayat laki-laki

اصلى على هذا الميت اربع تكبيرات فرض الكفاية اماما /  مأموما لله تعالى

  1. Niat mayat perempuan

اصلى على هذه الميتة اربع تكبيرات فرض الكفاية اماما /  مأموما لله تعالى

  1. Niat mayat bila makmum tidak mengetahui identitas mayat

 

اصلى على من صلى عليه الامام اربع تكبيرات فرض الكفاية لله تعالى

  1. Niat Mayat belum jelas Islam atau Kafir

اصلى على من مات من المسلمين فى هذا اليوم فرض الكفاية لله تعالى

2. Takbirotul Ihrom (harus bersamaan dengan niat ) kemudian membaca Al-

Fatihah

3. Takbir kedua kemudian membaca sholawat Nabi

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

4. Takbir yang ke tiga kemudian membaca do’a untuk mayat

اللهم اغفر له (لها) وارحمه (ها) وعافه (ها) وعف عنه(ها)

Apabila mayat laki-laki pakai Hu, dan apabila mayat perempuan pakai Ha

5. Takbir yang ke empat kemudian membaca do’a

اللهم لاتحرمنا اجره (ها)  ولا تفتن بعده (ها)  واغفرلنا وله (ها)

6. Salam

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Lafadz niat dan doa semuanya tadi bila mayatnya satu (mufrod) apabila mayatnya dua (tatsniyah) atau banyak  (jama’) maka tinggal menyesuaikan dhomirnya

Inilah sekelumit materi  tentang sholat mayat yang bisa kami sampaikan, mohon maaf dan pembetulan bila banyak kesalahan, kepada Alloh kami minta pertolongan, semoga bermanfaat Wa Allohu A’lam bi Showab.


* untuk disampaikan pada praktek ubudiyah kelas III dan IV Ula Madin Miftahul huda

* Khodim Pon Pes Mamba’ul Huda

[1] Bujairimi  ala khotib jilid II hal: 235

[2] Riyadlul badi’ah hal: 49

[3] Riyadlul badi’ah hal: 51

[4] Bujairimi  ala khotib jilid II hal: 245

[5] Inganatut tholibin Jilid II hal : 131-132

[6] Tanwirul Qulub hal : 212-213

[7] Inganatut Tholibin jilid II hal : 125-126

[8] Tanwirul Qulub hal : 211

[9] Riyadhul Badi’ah hal : 51

[10] Menapak hidup baru oleh KH M. Yusuf Chudlori  hal : 159-160